Advertisement

No Image
No Image

TOTAL PENGUNJUNG

264419 sejak Agustus 2007

TAMU ONLINE

Saat ini ada 17 tamu online

FORM LOGIN






Kata Sandi hilang?
No Image
OLEH OLEH DARI THAILAND PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 3
BurukTerbaik 
 

By Administrator, on 16-05-2008 10:00

Views : 1678    

Favoured : 93

Published in : Berita, Berita Terakhir


         Luar biasa…………, itulah kesan pertama yang saya dapatkan ketika  mengunjungi sebuah pameran kedokteran hewan di Queen Sirikit National Convention Center – Bangkok Thailand, akhir April 2008 lalu. Pameran itu sendiri sebenarnya hanya pelengkap dari perhelatan yang digelar Asosiasi Dokter Hewan Praktek Thailand (VPAT – Veterinary Practitioner Assosiation of Thailand ). Mereka menggelar acara Regional Congress Veteriner dengan mengundang para praktisi dokter hewan dari negara-negara tetangga seperti Singapore, India, Malaysia, Philippine, Hongkong, China termasuk Indonesia. Pembicaranya juga datang dari berbagai negara Eropah, Asia dan Australia. Ada sekitar 20 orang dokter hewan Indonesia yang menghadiri acara ini. Mereka berasal dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung dan Denpasar. Ada yang berangkat atas inisiatif sendiri, dan ada juga yang berangkat atas sponsor Pfizer – Kalbe Farma, termasuk saya.

Belum pernah saya menemui pameran seperti ini. Semua kebutuhan dokter hewan praktek sepertinya tumpah ruah dalam stand-stand pameran yang ditata apik dan menarik. Dari buku, alat, baju, obat sampai perangkat lunak sistem rekam medis lengkap tersaji di arena pameran ini. Stand buku yang terletak di belakang pojok yang paling ramai diserbu. Mungkin karena itu memang satu-satunya stand buku yang ada, tapi sungguh koleksinya memang sangat menarik dan lumayan lengkap. Saya pribadi dan juga teman-teman dari Indonesia paling betah berlama-lama di stand ini. Di Indonesia mana ada yang menyediakan buku-buku seperti itu.

Yang agak mencengangkan buat saya, ternyata ada beberapa stand yang memamerkan perlengkapan USG (Ultrasonografi) khusus untuk hewan. Tak kurang dari 6 stand yang menyediakan alat ini dengan berbagai tipe, merek, spesifikasi dan harga. Alat-alat canggih lainnya seperti perlengkapan laboratorium  dan  emergency care unit juga tersedia. Semua perusahaan yang berpameran tersebut memang bermarkas di Thailand. Wow…..ternyata di Thailand juga sudah selengkap dan semaju ini dunia kedokteran hewannya. Saya pikir hal-hal canggih seperti itu hanya ada di Eropah dan Amerika saja.  

Rasanya ingin memboyong semua barang yang di pamerkan itu ke tanah air. Namun apa daya, hanya beberapa buku, alat dan obat dalam jumlah dan ukuran yang kecil yang bisa kami tenteng pulang ke Indonesia.

Pada hari ke tiga panitia menyelenggarakan acara hospital tour. Ada dua rumah sakit hewan yang dijadwalkan untuk dikunjungi yaitu Kasetsart Animal Hospital, sebuah rumah sakit pendidikan milik Kasetsart University dan Thonglor Animal Hospital , rumah sakit hewan swasta yang berada di kawasan Sukhumvit Road, seperti Sudirmannya Jakarta. Sayangnya tour ini sangat terbatas hanya untuk 18 orang pendaftar. Saya sendiri akhirnya hanya sempat berkunjung ke Thonglor bersama beberapa teman dari Pfizer – Kalbe di hari terakhir.

Berdasarkan informasi Drh Cucu yang ikut serta berkunjung ke Kasetsart, rumah sakit hewan yang ini memang terbesar di Thailand. Seperti RSCM di Jakarta. Bayangkan saja pasien yang berkunjung perharinya mencapai 400 an ekor, dengan 40 orang dokter, 8 ruang operasi dan rata-rata 40 kasus operasi yang ditangani per harinya. Saya hanya terbengong-bengong mendengar cerita dokter Cucu yang berapi-api itu ketika kami bertemu di hotel saat makan pagi. Dalam hati, di Indonesia kapan itu bisa terjadi  ??? Berdasarkan  informasi dari Dr Kriengkrai, teman lama saya yang dosen di FKH – Mahidol University,  bahwa di Bangkok terdapat 3 Fakultas Kedokteran Hewan yaitu di Kasetsart University, Culalongkom University dan Mahidol University.

Tibalah saatnya saya berkunjung ke Thonglor Animal Hospital di hari terakhir. Rumah sakit ini sebenarnya tidak terlalu besar. Menempati 4 unit ruko 5 lantai untuk rumah sakitnya, dan 2 unit ruko 2 lantai untuk pet care ( pet shop & grooming). Dari luar kesannya sih biasa-biasa saja. Namun begitu masuk, mulai nampak kesan sederhana, rapi, dan profesional. Di sebelah kiri lantai bawah untuk unit farmasi, resepsionis di tengah dan sebelah kanan  terdapat tiga ruang pemeriksaan umum &   satu  ruang emergency. Sertifikat ISO terpampang di dinding ruang receptionist. Tidak main-main, memang rumah sakit ini menjunjung tinggi profesionalitas baik dalam hal medis maupun manajemennya.

Di lantai dua merupakan ruang untuk klinik spesialis. Wah yang ini sungguh menyentuh naluri saya sebagai dokter hewan. Kapan ya di Indonesia ada spesialisasi bidang medis veteriner ? Ada sepuluh bidang spesialisasi yang ada di rumah sakit ini, salah satunya yang sempat saya lihat adalah spesialis onkologi alias kanker. Dokter yang ada di rumah sakit ini rata-rata masih muda. Penampilannya rapi, bersih, menarik dan agak modis. Sebagian besar dari mereka menempuh spesialisasi di Australia.

Lantai 3 sampai 5 digunakan untuk ruang rawat inap dan ruang operasi. Kami diperlihatkan dengan ruang rawat VIP & VVIP. Sungguh saya kaget melihat ruang VVIP. Betapa tidak, ruangan yang  seperti itu hanya ada dalam khayalan saya selama ini, ternyata sekarang benar-benar ada di depan mata saya. Pasien tidak dirawat didalam kandang, tapi ditempatkan dalam sebuah kamar yang lengkap berisi kulkas, tv, sofa dan tempat tidur lengkap dengan bantal guling selimut dan karpet. Si pemilik bisa ikut tinggal disitu menemani hewan kesayangannya dirawat. Taripnya berkisar Rp 600.000,- per malam.

Sebelum mengakhiri kunjungan, kami dibawa ke gedung seberangnya yang merupakan tempat pet shop & grooming. Lantai bawah digunakan untuk pet shop dengan koleksi barang yang lumayan lengkap. Selain pet shop ada ruangan sedikit untuk kafe bagi pengunjung yang sedang menunggu hewannya ditangani. Lantai atas merupakan ruang grooming, kantor, laboratorium dan studio. Studio ??? Ya studio foto untuk pengambilan gambar hewan. Foto itu nantinya dicantumkan pada kartu anggota yang juga berfungsi sebagai kartu kredit bekerja sama dengan salah satu bank di Thailand. Kerěn kan……?

Sepanjang perjalanan pulang kami saling berdiskusi dan berkomentar tentang rumah sakit tadi. Salah seorang teman berpendapat,  bahwa kondisi itu wajar karena tingkat kesejahteraannya memang lebih baik dari Indonesia. Tapi saya pikir tidak juga. Tingkat kesejahteraan Indonesia dan Thailand tidak jauh beda. Hanya saja Indonesia sangat luas dan besar sehingga sebagian besar kekayaan itu berkumpul di Jakarta. Jadi  pasar untuk segmen seperti itu  di Jakarta cukup banyak. Tinggal kapan kita mau memulai. Jangan-jangan di era perdagangan bebas nanti, mereka akan menyerbu Indonesia dengan membuka francaise. Kalau sudah begitu kita akan kebagian apa ???

 

 Jakarta, Mei 2008


Last update : 16-05-2008 10:49

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 1 of 1 comments

Wooow

By: Ratih Budi Pamungkas (Registered) on 18-05-2008 22:15

Wooow

By: Ratih Budi Pamungkas (Registered IP 202.146.238.4) on 18-05-2008 22:15

:eek wooow,,baca ceritanya sudah seru banget apalgi, kalo bisa liat foto - fotonya...thanks

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 1 of 1 comments



Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.


mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
No Image
No Image No Image No Image

SMS Center & BLOG

 
0813 1710 8099
 

KALENDER DAN JAM

POLLING

Hewan kesayangan yang anda miliki :
 

KOMENTAR TERAKHIR

No Image
© 2007 KlinikHewan.Com
Designed & supported by ReenDoo
No Image